CONTOH PTK IPS GEOGRAFI SMP KELAS IX

CONTOH PTK IPS GEOGRAFI SMP KELAS IX-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode pembelajaran kooperatif model teams games tournament dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia kelas IX di SMPN 04 ... . Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Objek penelitian adalah kelas IX SMPN 04 ...  dengan jumlah siswa 22 yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian dilakukan di kelas IX pada Bulan November tahun 2015 pada semester I tahun ajaran 2015/2016. Lingkup materi adalah Perkembangan negara di dunia dan pemanfaatannya di Indonesia. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, metode angket dan metode tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Model analisis interaktif meliputi 3 alur kegiatan, yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Contoh ptk ips smp doc

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Metode Teams Games Tournament mendapat respon yang baik oleh siswa  sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, itu terlihat dari hasil tes pada siklus pertama maupun siklus kedua. Pada siklus pertama diperoleh hasil sebagai berikut : Nilai tes pada siklus pertama, dari jumlah siswa kelas IX sebanyak 22 siswa, yang mendapat nilai kurang dari 6,5 sebanyak 15 anak (67,5%), sedangkan yang mendapat nilai 6,5 ke atas berjumlah 7 anak (32,5 %),. Dari 22 siswa tersebut diperoleh rata – rata 5,75, kemudian untuk siklus kedua yang juga diikuti 22 siswa yang mendapat nilai kurang dari 6,5 ada 1 anak (5 %) dan yang mendapat 6,5 ke atas ada 21 siswa (95 %). Dengan metode teams games tournament dapat diperoleh ketuntasan belajar baik individu maupun klasikal. Dimana batasan ketuntasan secara klasikal adalah 85 % dari jumlah siswa yang mendapat nilai 6,5 ke atas. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini lebih tinggi dari standar yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini terjadi peningkatan pada prosentase ketuntasan belajar. Siklus pertama mencapai prosentase klasikal 32,5 % dan pada siklus kedua diperoleh prosentase ketuntasan klasikal 95 %. Dari hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode teams games tournament mampu meningkatkan prestasi siswa. Hal ini dapat dilihat presentase yang dicapai yaitu meningkat 62,5 %.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas GEOGRAFI yang diberi judul "PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT  SEBAGAI SUATU ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGAN NEGARA DI DUNIA KELAS IX DI SMPN 04 ... KABUPATEN ... TAHUN AJARAN 2015/2016"Disini akan  di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK GEOGRAFI IX SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK SMP 036).


DOWNLOAD PTK IPS GEOGRAFI SMP TERBARU

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Didalam perkembangannya, dunia pendidikan harus sangat diperhatikan mutunya. Pendidikan merupakan faktor yang sangat vital dalam menentukan sumber daya manusia suatu negara. Persoalan pendidikan di Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada permasalahan yang cukup kompleks diantaranya  menyangkut pemerataan pendidikan, manajemen pendidikan dan mutu pendidikan.Persoalan manajemen menyangkut segala unsur macam peraturan pendidikan seperti otonomi pendidikan dan debirokratisasi agar kualitas dan pemerataan dapat terselesaikan dengan baik. Termasuk persoalan pemerataan pendidikan adalah masih banyaknya anak umur sekolah yang tidak dapat menikmati pendidikan formal di sekolah. Menurut J. Drost, S.J., 2005 : xv – xvi bahwa ”yang mempengaruhi mutu pendidikan antara lain, kurikulum, proses pembelajaran, mutu guru, sarana dan prasarana”.

Berdasarkan masalah di atas maka perlu adanya suatu pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan terutama dalam penggunaan metode pembelajaran. Proses pembelajaran melalui interaksi guru – siswa, siswa – siswa, dan siswa – guru. Secara tidak langsung menyangkut berbagai komponen lain diantaranya kurikukulum, materi bahan ajar dan metode pembelajaran yang saling terkait msenjadi suatu sistem yang utuh. Perolehan hasil belajar sangat ditentukan oleh baik tidaknya kegiatan dan pembelajaran selama program pendidikan dilaksanakan di kelas yang kenyataannya tidak pernah lepas dari masalah. Salah satu upaya pembaharuan dalam bidang pendidikan adalah pembaharuan metode / meningkatkan relevansi metode mengajar. Pembaharuan ini merupakan pembaharuan pendidikan. Pembaharuan merupakan upaya memperkenalkan berbagai hal yang baru dengan maksud memperbaiki sesuatu yang sudah terbiasa untuk menimbulkan praktek-praktek yang baru baik dalam metode ataupun cara-cara bekerja untuk mencapai tujuan. Download ptk ips smp kelas 9 doc

Pada penelitian ini peneliti menggunakan model  Teams Games Tournament (TGT). Pendekatan pembelajaran model TGT ini memiliki kesamaan dalam pembentukan kelompok dan pembagian materi pada STAD, namun kuis- kuis diganti dengan tournament- tournament, seperti bekerja dalam kelompok. Dalam pembelajaran pada pendekatan TGT ini semua kelompok memiliki peluang yang sama untuk sukses (mendapatkan nilai yang tinggi). Pada penggunaan model pembelajaran TGT ini menggunakan bentuk teka- teki silang. Upaya itu dapat dilakukan dengan memberi variasi cara mengajar dalam kegiatan belajar mengajar hal ini agar  tidak menimbulkan kebosanan siswa pada  metode pembelajaran yang sudah biasa digunakan, dan membantu siswa agar berlatih berpikir kritis dan analisis dalam Kegiatan Belajar Mengajar.
Penelitian dilakukan di SMPN 04 ...  yang merupakan salah satu sekolah negeri yang mempunyai input / masukan siswa yang memiliki prestasi belajar yang bervariasi sehingga peran serta siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar juga beraneka ragam. Dari beberapa kelas yang diobservasi, peneliti memilih satu kelas yaitu kelas IX. Alasan peneliti memilih kelas tersebut karena nilai rata – rata ulangan harian pada pokok bahasan sebelumnya sebesar 5,6 sedangkan nilai batas tuntas pelajaran geografi di SMPN 04 ...  adalah 6,5. Ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa belum mancapai standar yang diharapkan. Untuk itu dalam penelitian ini penulis mengetengahkan penggunaan metode kooperatif model Teams Games Tournament. Untuk itu model tersebut dicoba untuk memberi variasi atau alternatif pada metode konvensional. Sehingga pada metode konvensional ini kurang dapat membantu siswa untuk berpikir kritis. 

Dalam pelaksanaanya di SMPN 04 ...  guru masih menggunakan metode konvensional dalam materi pengajaran sehingga siswa cenderung pasif dalam KBM. Dan ini secara tidak langsung mempengaruhi  hasil prestasi siswa, dimana siswa yang aktif lebih memiliki prestasi yang lebih tinggi. Sedangkan siswa yang kurang aktif atau pasif cenderung memiliki prestasi yang rendah karena  hanya mengandalkan pada materi yang diberikan guru saja, dan itu dirasa sangat minim sekali.
Berdasarkan latar masalah yang telah diuraikan di atas maka dirumuskan judul penelitian sebagai berikut “PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT SEBAGAI SUATU ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGAN NEGARA DI DUNIA KELAS IX DI SMPN 04 ...  TAHUN AJARAN 2015/2016”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran konvensional yang dinilai cenderung monoton.
2. Media pembelajaran yang kurang bervariasi.
3. Prestasi belajar siswa yang menurun.
C. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah ini diberikan untuk lebih memfokuskan topik masalah agar dalam pengkajiannya lebih terarah dan terfokus. Untuk itu pembatasan masalah dalam hal ini adalah siswa kelas IX SMPN 04 ...  Tahun Ajaran 2015/2016 dan penggunaan metode pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament yang menjadi objek dari penelitian ini. 

D. Perumusan Masalah
Apakah penggunaan metode pembelajaran kooperatif model teams games tournament dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada pokok bahasan perkembangan negara di dunia  kelas IX di SMPN 04 ... ?
E. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah penggunaan metode pembelajaran kooperatif model teams games tournament dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam  pembelajaran IPS pada pokok bahasan perkembangan negara di dunia kelas IX di SMPN 04 ... .

F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis. 
a. Memberikan informasi kepada guru tentang alternatif penggunaan model TGT pada materi pokok Perkembangan negara di dunia.
b. Memberikan masukan kepada guru dalam usaha mencari suatu bentuk pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
c. Memberikan masukan kepada peneliti lain untuk menggunakan model TGT pada materi pokok Perkembangan negara di dunia. Download ptk ips smp lengkap

2. Manfaat praktis.
a. Bagi guru.
Memberikan informasi kepada guru untuk menggunakan model pembelajaran TGT dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pokok bahasan perkembangan negara di dunia.  
b. Bagi siswa.
Memberi variasi model pembelajaran bagi siswa dengan media teka – teki silang.
c. Bagi sekolah.
Memberikan suatu alternatif dalam upaya untuk dapat meningkatkan kualitas proses  belajar mengajar IPS di SMPN 04 ... .

PTK IPS GEOGRAFI SMP DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF

BAB II
LANDASAN TEORI


A. Kajian Teori
1. Belajar dan Pembelajaran
a. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu kegiatan yang telah dikenal dan bahkan sadar atau tidak telah dilakukan manusia untuk mengembangkan pengetahuan dirinya tentang banyak hal. Dengan adanya perubahan dalam pola perilaku inilah yang menandakan telah terjadi belajar. Proses belajar ini merupakan kegiatan mental yang tidak dapat disaksikan dari luar. Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor – faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berada di luar individu. Contoh penelitian tindakan kelas ips smp pdf
1) Faktor – Faktor Intern 
Dari faktor intern dibagi menjadi tiga faktor yaitu : faktor jasmani, faktor psikologis, faktor kelelahan. 
a) Faktor jasmani, meliputi : kesehatan dan cacat tubuh;
b) Faktor psikologis, meliputi : intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan;
c) Faktor kelelahan , meliputi : kelelahan jasmani, dan kelelahan rohani (bersifat psikis) (Slameto, 2003 : 54 – 59).

2) Faktor – Faktor Ekstern
Dari faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu : faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.
a) Faktor keluarga, meliputi : cara orang tua mendidik, relasi anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan;
b) Faktor sekolah, meliputi : metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah;
c) Faktor masyarakat, meliputi : kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat (Slameto, 2003 : 60 – 71).

b. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran dapat diartikan sebagai pengajaran yang mempunyai cara (perbuatan) mengajar atau mengajarkan. Kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer dalam kegiatan belajar pembelajaran tersebut. sedangkan pembelajaran merupakan kegiatan sekunder yang diupayakan untuk dapat tercapainya kegiatan belajar mengajar yang optimal.
2. Prestasi Belajar
Arifin (1990:2-3) menyatakan bahwa kata “prestasi” berasal dari bahasa Belanda yaitu “prestatie”. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi “prestasi” yang berarti “hasil usaha”. Menurut Arifin (1990:2) bahwa prestasi belajar merupakan suatu masalah yang bersifat perrenial. Dalam sejarah dan kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuannya masing- masing.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa, berupa pengetahuan, keterampilan, dan perubahan sikap setelah siswa tersebut mengalami proses belajar. Prestasi belajar dapat digambarkan dengan adanya nilai tes yang diberikan oleh guru kepada siswa. Prestasi belajar mempunyai beberapa  fungsi utama antara lain:
1). Sebagai indikator kualitas dan kuantitas yang telah dikuasai anak.
2). Sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.
3).  Sebagai bahan informasi dan inovasi pendidikan.
4). Dapat dijadikan indikator terhadap daya serap anak didik.

3. Pembelajaran  Konvensional
Pembelajaran konvensional merupakan pengajaran yang berpusat pada guru. Sistem pembelajaran konvensional salah satunya menggunakan metode ceramah. Metode ceramah sering disebut juga sebagai metode konvensional karena metode ini sejak dulu paling sering dan paling banyak digunakan guru dalam proses belajar mengajar.
Metode pembelajaran konvensional apabila digunakan pada setiap situasi akan menekan kreativitas siswa dan mengabaikan potensi yang ada pada diri siswa. Meskipun demikian penggunaannya masih mutlak diperlukan dengan mempertimbangkan aspek tujuan pengajaran, bahan pengajaran, serta fasilitas yang tersedia di sekolah. Dalam penggunaan metode ini guru harus tetap berpegang bahwa siswa merupakan subyek belajar yang mempunyai perbedaan – perbedaan individual yang masing – masing membutuhkan bimbingan belajar.

4. Metode Pembelajaran  Kooperatif
a. Pengertian metode pembelajaran kooperatif.
Metode pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran yang akhir – akhir ini semakin populer. Beberapa ahli menyatakan bahwa metode pembelajaran kooperatif tidak hanya unggul dalam membantu peserta didik dalam memahami dan menerapkan konsep – konsep, tetapi juga sangat membantu peserta didik menumbuhkan kemampuan kerjasama, berpikir kritis, kemampuan membantu teman sekelompok dan sebagainya.
b. Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Arend (1997:111- 112) berpendapat bahwa “model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran, yakni potensi akademik, penerimaan dan keanekaragaman, dan pengembangan ketrampilan”. Akan tetapi didalam penelitian ini tujuan pembelajaran kooperatif lebih ditekankan pada potensi akademik dan pengembangan keterampilan.
c. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Kooperatif
Metode pembelajaran kooperatif mempunyai kelebihan – kelebihan dibanding metode lain, diantaranya :
1) Meningkatkan kemampuan siswa.
2) Meningkatkan rasa percaya diri.
3) Menumbuhkan keinginan menggunakan pengetahuan.
4) Memperbaiki hubungan antar kelompok (Slavin, 1995 : 2).

Adapun  langkah – langkah dalam pembelajaran dengan pendekatan TGT antara lain:
Membuat kelompok kecil yang beranggotakan 4 -5 siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Download ptk ips smp kelas 9 doc
a. Menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk permainan.
a. Berdiskusi kelompok/ tutorial antar anggota dalam bentuk kuis yang berupa teka- teki silang.
b. Melakukan penilaian.
  Srategi  pembelajaran kooperatif adalah strategi  yang  relatif baru di Indonesia. Strategi pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) pada prinsipnya adalah membentuk kelompok- kelompok kecil, yang dalam kelompok tersebut terdapat kerjasama antar anggota kelompok dan diskusi kelompok. Pembelajaran difokuskan pada cara kerja kelompok. Dalam strategi pembelajaran kooperatif, kreatifitas individu sangat diperlukan, termasuk hubungan antar pribadi (Slavin, 1995 :11-12)

Untuk model TGT, dibagi menjadi dua tahap pembelajaran, yaitu : 
a. Tahap penyampaian materi pelajaran
Di sini materi pelajaran akan disampaikan melalui pengajaran secara langsung di kelas. 
Di sini guru menekankan pada apa yang akan dipelajari siswa. Ini dilakukan untuk mendorong siswa untuk lebih siap belajar dalam mempelajari konsep yang akan disampaikan. Untuk tahap ini, perlu adanya penekanan  pada  :
1) Pengembangan
a) Guru menentukan tujuan – tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
b) Menekankan pada siswa bahwa pada pembelajaran kooperatif, belajar adalah memahami arti dan bukan menghafal.
c) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin.
d) Memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa jawaban benar atau salah.
e) Beralih ke konsep yang lain apabila siswa sudah menguasai pokok permasalahnya.
2) Praktek terkendali
a) Guru memanggil siswa secara acak untuk menyelesaikan soal sebagai bagian dari kegiatan permainan “teka – teki silang”.
b) Pemberian tugas kelas.

b.  Kegiatan kelompok
Dalam pembelajaran kooperatif, tiap kelompok terdiri atas 4 atau 5 siswa. Selain kegiatan kelompok berlangsung, masing – masing siswa bertugas untuk mempelajari materi yag disajikan oleh guru, dan saling membantu apabila ada teman sekelompoknya yang belum menguasai materi pelajaran tersebut. Di sini guru akan membagikan lembar kegiatan untuk dikerjakan oleh siswa. Setiap individu harus mengerjakan soal secara mandiri, dan dapat saling membantu dalam menyelesaikan dan menjawab soal dengan teman sekelompoknya.
Di sini guru menekankan pada siswa bahwa lembar kegiatan untuk dipelajari. Apabila siswa mempunyai suatu permasalahan, sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu pada anggota kelompoknya, jika tidak mampu barulah ditanyakan kepada guru.
Dengan pembelajaran kooperatif model TGT, diharapkan bisa merangsang siswa untuk lebih siap belajar mata pelajaran geografi. Selain itu selama siswa bekerja di dalam kelompoknya, guru akan bertindak sebagai fasilitator yang akan memantau kegiatan masing – masing.

6. Teka–teki Silang
Teka- teki silang berasal dari kata teka- teki dan silang. Teka- teki dalam buku kamus besar Bahasa Indonesia berarti soal yang berupa kalimat (cerita, gambar,dsb) sebagai permainan untuk pengasah pikiran atau tebakan. Sedangkan kata silang berarti bertumpuk (palang- memalang), berpapasan (berselisih jalan). (Poerwadarminto, 1984).  Teka–teki silang merupakan salah satu sarana untuk dapat mengetahui dan mengingat pengetahuan yang kita miliki untuk kita tuangkan dalam jawaban atas pertanyaan yang ada, baik dalam baris maupun kolom. 

B. Kerangka Pemikiran 
Pencapaian prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal berasal dari luar siswa.  Contoh ptk ips smp doc Salah satu faktor tersebut adalah faktor metode pembelajaran yang digunakan. Metode pembelajaran yang biasa dipakai adalah metode ceramah, SMPN 04 ...  metode ceramah mendominasi kegiatan belajar belajar dan siswa cenderung untuk pasif dan sedikit sekali yang aktif, sehingga perlu dikembangkan metode pembelajaran kooperatif.

Untuk itu perlu diterapkan metode yang tepat dalam menangani permasalahan tersebut. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan metode pembelajaran kooperatif model TGT. Metode ini menggunakan teka – teki silang. Dalam penelitian ini diberikan pada materi pokok bahasan “Perkembangan negara di dunia”. Dengan sub pokok bahasan mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju. 
Metode pembelajaran kooperatif model TGT yang akan diterapkan mempunyai kelebihan dalam proses belajar mengajar diantaranya siswa diharapkan lebih aktif dalam setiap kelompok, bermain dan bertanding antar kelompok untuk saling berpacu dalam prestasi yang tinggi dan dapat memperkecil perbedaan yang ada pada diri siswa dalam proses pemahaman materi pelajaran. Penggunaan metode pembelajaran kooperati model TGT (Teams Games Tournament) dengan menggunakan media teka – teki silang dapat meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik.Diagram dalam penelitian ini adalah :
Diagram 1. Metode kooperatif model TGT dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia. 
C.  Hipotesis Tindakan
Penggunaan metode pembelajaran kooperatif model TGT dengan menggunakan media teka – teki silang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga dapat dijadikan alternatif untuk pembelajaran IPS pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia di SMPN 04 ... . 

CONTOH JUDUL PTK IPS SMP KELAS IX DOC

BAB III
PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN


A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di SMPN 04 ... .
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November semester ganjil (I) tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini mengambil pokok bahasan Perkembangan negara di dunia. Dalam penelitian ini dilakukan dua siklus dengan satu pokok bahasan, yaitu Perkembangan negara di dunia. Siklus pertama membahas tentang sub pokok bahasan mengidentifikasi negara berkembang dan negara maju. Siklus kedua membahas sub pokok perang dunia II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia. Waktu penelitian dilaksanakan selama sembilan bulan dari Bulan April 2015 sampai Bulan Desember 2015. 

3. Objek Penelitian
Kelas yang diambil sebagai obyek penelitian ini adalah siswa kelas IX  SMPN 04 ...   dengan jumlah 22 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki- laki dan 10 siswa perempuan. Pada semester ganjil hasil belajar siswa mempunyai rata – rata kelas paling rendah bila dibandingkan dengan kelas yang lain. 
B. Metode Penelitian
  Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah  Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang sering disebut dengan  Classroom Action Research.  Menurut Hopkins dalam Sadikin, dkk. ( 2002 : 16 ) PTK merupakan suatu bentuk kajian reflektif oleh pelaku tindakan dan PTK dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan- tindakan yang dilakukan, dan memperbaiki kondisi praktik- praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Contoh penelitian tindakan kelas ips smp pdf Penelitian Tindakan Kelas memperbaiki pengajaran secara praktis dan secara langsung serta memusatkan perhatian pada masalah yang spesifik dan konseptual, tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan suatu refleksi suatu keadaan pembelajaran, yang kemudian mencoba berbagai tindakan alternatif untuk memecahkan permasalahan dalam pembelajaran yang sedang dihadapi bagi seorang pengajar.

Penelitian ini memberikan alternatif dalam peningkatan pemahaman  “Perkembangan negara di dunia “ untuk itu terdapat beberapa model penelitian tindakan yang dikemukakan oleh sejumlah pakar antara lain seperti model  Kemmis dan Mc. Taggart, model Elliot, Model Ebbut, Model- model penelitian tindakan tersebut  dikembangkan dari pemikiran Kurt Lewin, dialah orang  pertama yang menciptakan model penelitian tindakan kelas. 
Kurt Lewin dalam Arikunto ( 2002 : 83 ), mengemukakan penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk siklus. Bentuk siklus ini dalam setiap langkah memiliki suatu tahapan yaitu perencanan ( planning ), tindakan ( acting ), pengamatan ( observasi ), dan refleksi ( reflecting ).
Langkah – langkah tersebut dapat diilustrasikan dalam gambar I. berikut ini:
Gambar 1.  Model Dasar Penelitian Tindakan Kelas Kurt Lewin dalam Arikunto (2002:84)

Selain itu model penelitian tindakan yang telah dikembangkan oleh Kemmis dan M. C. Taggart. Model ini merupakan perkembangan dari model penelitian tindakan Kurt Lewin, dimana dalam model penelitian tindakan oleh Kemmis dan M. C. Taggart memberi suatu pemikiran dalam siklus selanjutnya. Jika ternyata, permasalahan belum dapat diatasi maka perlu diberikan perbaikan terhadap perencanaan  yang telah ada serta dilakukan tindakan, pengamatan, dan refleksi pada siklus berikutnya, dan demikian seterusnya. Model penelitian tindakan yang  diusulkan oleh Kemmis dan M. C Taggart (dalam Kasbolah, 2001:63)

Gambar 2. Model Penelitian Tindakan Kemmis dan M.C.Taggart (dalam Kasbolah, 2001:63).
Secara rinci urutan masing – masing tahap dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut 

Gambar 3. Skema Pelaksanaan Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. (Tim PGSM, 1999: 70).

C. Data dan Teknik Pengumpulan Data
1. Sumber Data.
Data penelitian tindakan ini berupa informan tentang kemampuan siswa kelas IX SMPN 04 ... tahun ajaran 2015/2016 tentang penggunaan metode pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia. Data penelitian ini dikumpulkan dari siswa kelas IX SMPN 04 ... , data yang diperoleh berupa nilai post test, tanggapan siswa tentang metode kooperatif model TGT melalui angket dan aktivitas siswa.
2. Teknik Pengumpuan Data
Teknik yang digunakan untuk pengumpualn data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Metode Observasi.
  Observasi dilakukan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik yang dilakukan terhadap objek di tempat  penelitian. Menurut Rianto (2001: 96) “observasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap objek penelitian”.Dalam melakukan observasi selama pembelajaran berlangsung, peneliti sebagai guru dibantu oleh guru mitra.

b) Metode angket.
Menurut Rianto (2001:87) “angket adalah alat untuk mengumpulkan data yang berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk  dijawab secara tertulis.”
Merupakan usaha mengumpulkan informasi  dengan cara tanya jawab yang dikerjakan dengan cara sistematik dan berlandaskan pada tujuan penelitian ini. Dalam penelitian ini angket digunakan untuk memperoleh data tentang bagaimana respon siswa terhadap penggunaan metode kooperatif model TGT, apakah cukup memberi variasi dari metode konvensional yang sering digunakan dalam pembelajaran IPS pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia. Angket ini diberikan pada akhir pembelajaran. Download ptk ips smp kelas 9 doc
c) Metode tes.
Metode tes adalah cara pengumpulan data yang menghadap sejumlah pertanyaan- pertanyaan atau suruhan- suruhan kepada subjek penelitian, Budiyono (2003:54). Metode tes digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyerapan materi siswa pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia dengan sub pokok bahasan ciri-ciri negara berkembang dan negara maju serta perang dunia II (pendudukan Jepang) dan pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia. Pelaksanaannya dengan menggunakan metode kooperatif model TGT ini.

D. Validitas Data
Dari informasi yang telah di dapat oleh peneliti maka data dalam penelitian itu akan diperiksa validitas agar kebenaran data itu dapat dipertanggung jawabkan. Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data dan triangulasi metode. Menurut Sutopo (2002:80), triangulasi adalah “mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik atau metode pengumpulan data yang berbeda”.

Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data dan triangulasi metode. Triangulasi data dilakukan dengan cara memanfaatkan jenis sumber data yang berbeda – beda untuk menggali data yang sejenis, selain itu juga ada cara lain yaitu dengan menggali informasi dari suatu narasumber tertentu, dari kondisi lokasinya, dari aktivitas yang menggambarkan perilaku orang atau warga masyarakat, atau dari sumber yang berupa catatan atau arsip dan dokumen yang memuat catatan yang berkaitan dengan data yang dimaksud peneliti (Sutopo, 2002:79). Misalnya, untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada semester ganjil, peneliti melakukan hal – hal sebagai berikut :
1. Memberikan tes tentang materi yang diajarkan pada semester ganjil yaitu perkembangan negara di dunia.
2. Menerapkan metode pembelajaran Teams Games Tournament.

E. Teknik Analisis Data
Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan analisis melalui 3 alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan tahap – tahap analisis data tersebut adalah sebagai berikut :
1. Reduksi data.
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data yang kasar yang muncul dari catatan – catatan tertulis di lapangan. Proses reduksi data ini berlangsung terus menerus selama pelaksanaan penelitian sampai penelitian berakhir. Reduksi data dilakukan pada awal penelitian pada akhir penelitian.

2. Sajian data.
Sajian data / data – data display dapat diartikan sebagai penyajian dari sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Pada tahap ini informasi – informasi yang telah diperoleh selama pendidikan disusun untuk mempermudah dalam penarikan kesimpulan.
3. Penarikan kesimpulan.
Merupakan penarikan kesimpulan dari hasil penelitian. Dari awal pengumpulan data sudah ada pernyataan – pernyataan yang digunakan sebagai arahan – arahan untuk mengambil suatu kesimpulan sementara.

Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan / verifikasi sebagai sesuatu yang berinteraksi pada saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data. Ketiga jenis kegiatan analisis dan kegiatan pengumpulan data merupakan analisis interaktif. 
Model analisis interaktif tersebut dapat dibuat skema dalam bentuk sebagai berikut :
Diagram 2. Komponen – komponen analisis data : Model Interaktif.

    Keempat komponen tersebut diatas harus merupakan unsur yang ada dalam proses analisis data. Keempat komponen diatas merupakan unsur yang saling berkait pada saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data.
 
F. Indikator Kinerja 
1. Bagi  siswa
Indikator kinerja dapat dikatakan berhasil jika memenuhi target yang telah ditentukan yaitu siswa mengalami ketuntasan belajar. Belajar siswa dikatakan tuntas yaitu lebih dari 65% untuk individu dan lebih dari 85% untuk klasikal. Contoh ptk ips smp doc  Dengan kata lain balajar dalam tes formatif dikatakan tuntas jika seorang siswa secara klasikal ditentukan apabila 85% dari jumlah siswa mendapat nilai lebih dari 6,5 atau 65%. Sedangkan belajar tuntas siswa secara klasikal ditentukan apabila 85% dari jumlah siswa mendapat nilai 6,5 keatas.
2. Pada  aspek  proses
a. Perhatian siswa lebih pada mata pelajaran IPS dengan penggunaan metode TGT dapat meningkat.
b.   Keaktifan siswa lebih pada proses pembelajaran dengan menggunakan metode TGT dapat meningkat.

G. Prosedur Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ada langkah-langkah yang harus dilaksanakan yaitu penetapan fokus masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi analisis dan refleksi. Masing-masing dari langkah-langkah tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Penetapan Masalah
Penetapan fokus masalah berawal dari permasalahan yang dianggap menghalangi tujuan pembelajaran, sehingga berdampak tidak baik terhadap kegiatan belajar-mengajar dan prestasi belajar. Peneliti menetapkan fokus permasalahan yang tepat berdasarkan observasi yang telah dilakukan.

2. Perencanaan Tindakan 
Menerapkan kegiatan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan, terlebih dahulu dilakukan persiapan-persiapan sebagai berikut : 
a. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, guru mata pelajaran geografi dan siswa kelas IX untuk kelancaran penelitian.
b. Menerapkan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang digunakan untuk kegiatan penelitian. Pada penelitian ini mengambil pokok bahasan “Perkembangan negara di dunia”  dengan sub pokok bahasan ciri-ciri negara berkembang dan negara maju serta perang dunia II (pendudukan Jepang) dan pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia.
c. Membuat rencana pembelajaran. 
d. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan.
1) Lembar kerja siswa IPS kelas IX

2)   Buku paket IPS kelas IX
   3)   Buku IPS kelas IX yang relevan 
e. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati proses belajar-mengajar yang sedang dilaksanakan.
f. Menyiapkan alat evaluasi berupa lembaran soal-soal tes untuk keperluan penelitian hasil atau prestasi belajar siswa.
g. Menyiapkan lembar angket siswa untuk mendapatkan informasi pendapat siswa tentang penggunaan metode Kooperatif model TGT (dengan media teka-teki silang).

3. Implementasi Tindakan 
a. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menggunakan metode kooperatif model TGT (dengan media teka-teki silang) dengan langkah-langkah KBM yang telah dijelaskan dalam rencana pembelajaran (RP).
b. Melakukan kegiatan pemantauaan proses belajar mengajar melalui observasi langsung.
c. Memberikan tes untuk mengetahui tingkat prestasi siswa dalam mata pelajaran geografi  dengan menggunakan metode TGT (dengan media teka-teki silang).
d. Memberikan angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajarn IPS pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia dengan menggunakan metode TGT (dengan media teka-teki silang).

4. Pemantauan dan Evaluasi
a. Pemantauan 
Pemantauaan tindakan penelitiaan menggunakan dua alat yaitu observasi dan angket siswa.
1) Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam observasi sebagai berikut :
a) Pelaksanaan pengamatan dilakukan oleh guru IPS dan peneliti sendiri.
b) Mencatat semua hasil pengamatan ke dalam lembar observasi. Contoh penelitian tindakan kelas ips smp pdf 
c) Mendiskusikan dengan guru IPS terhadap hasil pengamatan setelah proses belajar mengajar selesai.
d) Membuat kesimpulan hasil pengamatan. 
2)  Langkah-langkah yang harus dilakukan terhadap angket yang telah diisi oleh siswa sebagai berikut :
a) Membagikan lembar angket untuk diisi siswa setelah pertemuan selesai dilaksanakan.
b) Mengumpulkan lembar angket yang telah diisi oleh siswa.
c) Membuat kesimpulan hasil angket siswa.
b. Evaluasi
Langkah-langkah evaluasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut :
1) Menyiapkan alat-alat evaluasi soal-soal tes.
2) Melaksanakan evaluasi dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar.
3) Melaksanakan analisis hasil evaluasi.

5. Analisis dan Refleksi
a. Analisis 
Langkah-langkah dalam kegiatan analisis dapat dilakukan sebagai berikut :
1) Menganalisis tanggapan siswa pada lembar angket
Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar dinyatakan menarik apabila ada 85% dari seluruh siswa dalam kelas tindakan menyatakan tertarik pembelajaran geografi dengan metode TGT.
2) Memasukan hasil pengamatan oleh guru pada lembar monitoring.
Apabila hasil pengamatan siswa mengikuti pelajaran dengan baik, yaitu siswa aktif dalam mengerjakan tugas kelompok maupun fokus dalam mengerjakan tugas yang diberikan baik tugas kelompok maupun individu dan siswa merespon dengan baik pembelajaran IPS kelas IX pada pokok bahasan Perkembangan negara di dunia.
b. Refleksi
Refleksi dalam penelitiaan tindakan ini adalah memikirkan ulang untuk mencari dan menemukan kekurangan-kekurangan yang dilakukan mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan tindakan kelas. Refleksi dilaksanakan agar tidak terjadi kesalahan yang terulang pada tindakan kelas berikutnya.

6. Perencanaan Tindak Lanjut
Dari keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan tindakan yang ada dalam refleksi maka peneliti dengan guru mitra mengadakan diskusi untuk mengambil tindakan perbaikan berikutnya dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan peneliti.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan prestasi belajar siswa yang lebih optimal dari proses pembelajaran sebelumnya.
Dengan demikian dapat diketahui sampai sejauh mana respon siswa dengan metode TGT (dengan media teka-teki silang) dalam pembelajaran IPS siswa kelas IX SMPN 04 ... 

7. Perencanaan Siklus I
Dalam siklus I dibahas pokok bahasan “Perkembangan negara di dunia” dengan sub pokok bahasan ciri-ciri negara berkembang dan negara maju serta perang dunia II (pendudukan Jepang) dan pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia dengan waktu dua jam pelajaran (2 x 45 menit). Rincian pelaksanaan siklus 1 dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.  Rincian Prosedur Penelitian Siklus I

8. Perencanan Siklus II
Dalam siklus II dibahas pokok bahasan “Perkembangan negara di dunia” dengan sub pokok bahasan perang dunia II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia. Dengan waktu dua jam pelajaran (2 x 45”) dengan melihat hasil refleksi dari pembelajaran yang pertama, selanjutnya diadakan perencanaan pembelajaran dengan perbaikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran maupun peningkatan prestasi belajar siswa pada proses pembelajaran dalam pokok bahasan “Perkembangan negara di dunia”. Dengan perbaikan-perbaikan ini diharapkan pada siklus kedua ini dapat diperoleh hasil yang lebih baik dibanding siklus pertama.

Tindakan pada siklus kedua ini sangat memperhatikan kekurangan dan kelemahan yang ada pada siklus pertama serta diusahakan cara mengatasinya. Rincian pelaksanaan siklus II dapat dijelaskan pada tabel dibawah ini : Download ptk ips smp kelas 9 doc
 
Tabel 3.  Rincian Prosedur Penelitian Siklus II

Adapun perbedaan siklus I dan siklus II adalah :
1. Pada siklus pertama guru tidak menjelaskan secara detail tentang metode Teams Games Tournament, sehingga banyak siswa yang menanyakan karena kebanyakan dari mereka belum mengerti maksud bekerja kelompok dengan metode Teams Games Tournament ini.
Pada siklus kedua guru memberikan pengertian bagaimana bekerja kelompok dengan model Teams Games Tournament ini.
2. Pada siklus pertama guru masih kesulitan memusatkan perhatian kelompok pada materi pelajaran.
Pada siklus kedua, guru sudah bisa memusatkan perhatian kelompok pada materi pelajaran.
3. Pada siklus pertama soal-soal teka-teki silang dan soal-soal tes kurang bervariasi.
Pada siklus kedua soal teka-teki silang dan soal-soal tes sudah bervariasi.
4. Pada siklus pertama terdapat siswa yang mondar – mandir di dalam kelas mengganggu teman lain atau kelompok lain, berbicara sendiri (membuat gaduh) pada saat bekerja kelompok, mengerjakan tugas yang lain dan ada yang keluar kelas.
Pada siklus kedua, hal – hal seperti di atas sudah dapat diatasi. 

CONTOH PROPOSAL PTK SMP KELAS IX LENGKAP

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 1990. Evaluasi Instruksional. Bandung: PT Remadja Rosdakarya.
             Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Aren, R.I. 1997. Classroom Instruction and Management. New Jersey: The Mc Graw Hill Companie. Inc.
Budiyono. 2003. Metodologi Penelitian Tindakan. Surakarta: UNS Press.
Cece N. Djadja dan Tabrani R. 1987. Upaya Pembaharuan dalam  Pendidikan   dan Pengajaran. Bandung: Remadja Karya.
Darmawijaya, Isa. 1997. Klasifikasi Tanah: dasar teori bagi peneliti tanah dan pelaksana pertanian di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Prees.
Drost, J. 2005. Dari KBK sampai MBS. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Kasbolah, Kasihani. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Malang.
Lie, Anita. 2005. Cooperativ Learning. Jakarta: PT Gramedia.
Moleong, Lexy , J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. 
Purwanto, Ngalim.2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Rosdakarya. 
Rianto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. sSurabaya. SIC
Roostiyah , N. K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Slameto.2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Smantri. M, & Permana, Johar. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Maulana.
Suranto, Basrowi, dan Sukidin.2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Insan Cendekia. 
Slavin, Robert E.1995. Cooperatif Learning Theory and Practise, Secind Edition. Boston: Allyn and Bacon Publisher
Syah, Muhibbin. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Rosda Karya.
Tim Pelatih Proyek PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom AR). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi: Jakarta.

Terimakasih atas kunjungan anda yang telah membaca postingan saya CONTOH PTK IPS GEOGRAFI SMP KELAS IX

Postingan terkait: